Eksotisme Tari Gandrung Sewu Banyuwangi: Jejak Sejarah Perjuangan, Filosofi Budaya Osing, dan Magnet Pariwisata Dunia
Festival Gandrung Sewu di Pantai Marina Boom menyajikan ribuan penari berbalut busana merah menyala. Pelajari nilai sejarah perjuangan, filosofi gerak, serta dampaknya bagi pariwisata Banyuwangi.
BANYUWANGI, BANYUWANGI MEDIA — Setiap tahunnya, hamparan pasir hitam Pantai Marina Boom di Kabupaten Banyuwangi bertransformasi menjadi panggung kolosal yang memukau ribuan pasang mata melalui gelaran akbar Festival Gandrung Sewu.
Jejak Sejarah: Dari Tarian Perjuangan Menuju Pentas Kebanggaan
Tari Gandrung berakar dari masa pasca-perang Puputan Bayu pada akhir abad ke-18. Tarian ini awalnya lahir sebagai wujud rasa syukur masyarakat Blambangan yang selamat dari kekejaman penjajah dan digunakan para pejuang untuk mengirimkan pesan rahasia pergerakan kemerdekaan.
“Gandrung adalah denyut nadi jati diri wong Osing. Melalui Gandrung Sewu, kami merawat memori kolektif perjuangan para leluhur dan menanamkan kebanggaan budaya pada generasi penerus,” tutur Budayawan Senior Banyuwangi.
Kesimpulan
Festival Gandrung Sewu adalah bukti nyata keberhasilan Kabupaten Banyuwangi dalam mengemas warisan budaya lokal menjadi magnet pariwisata berkelas global.
Komitmen Independensi Redaksi
Setiap naskah berita di Berita Viral Terkini disusun melalui proses verifikasi lapangan dan pemantauan media siber yang berimbang. Hak jawab dan klarifikasi dapat disampaikan melalui kontak redaksi kami.