Rabu, 23 September 2026
Banyuwangi 29°C

Menag Janji Tuntaskan Polemik Rektor UINSA dalam 3 Hari: Baru Ini Kebobolan

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar berjanji polemik pemilihan rektor di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya tidak akan terjadi lagi. Nasaruddin menyebut jika terjadi lagi kejadian serupa maka dirinya gagal.

Menariknya, “Saya berjanji tidak akan terjadi lagi. Kalau itu terjadi berarti saya gagal, dan saya tidak ingin karena saya sampai sistem negara kami ini yang kita cinta bersama ini bermasalah,” kata Nasaruddin dalam rapat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VIII di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Usut punya usut, nasaruddin mengaku polemik ini akan diselesaikan dalam waktu tiga hari. Dirinya mengaku kaget atas adanya polemik terkait pemilihan rektor ini.

Menariknya, di tengah sorotan tersebut, “Maka itu, saya tidak ingin sampaikan apa yang kami akan lakukan, tetapi saya berjanji jangankan 15 hari, Pak, 3 hari ini kami akan lakukan keputusan,” ucapnya.

Berdasarkan penelusuran lebih jauh, nasaruddin mengakui bahwa peraturan pemilihan rektor oleh Kemenag belum didalami sepenuhnya. Sebab selama ini aturan yang dipakai sama dan tidak terjadi masalah.

Tak hanya itu, “Mohon maaf saya harus jujur mengakui bahwa itu belum pernah saya mendalami secara khusus. Itu kan ditetapkan pada menteri-menteri sebelum saya, ya. Karena selama ini itu juga yang kami pakai tidak ada masalah, berarti saya menganggap bahwa itu tidak ada masalah,” sebutnya.

Usut punya usut, di satu sisi, untuk itu, Nasaruddin mengaku pertama kali ‘kebobolan’ atas adanya kejadian ini. Dirinya pun meminta maaf.

Sementara itu, “Saya tidak ingin kebobolan. Sejarah hidup saya di Kementerian Agama baru kali ini saya kebobolan dan ini saya mohon maaf betul-betul,” ucap dia.

Faktanya, diketahui, Mahasiswa UINSA Surabaya melaksanakan aksi unjuk rasa menuntut rektor mundur dan memutuskan untuk menginap di kampus. Sebagian dari mahasiswa itu telah mendirikan tenda di depan gedung rektorat.

Menariknya, “Teman-teman ada yang beristirahat di sini, seperti tadi malam sudah ada yang beristirahat di sini di Posko Mahasiswa UINSA di depan Gedung Rektorat,” ujar Korlap Koko dikutip dari detikJatim, Senin (21/9).

Usut punya usut, selain aksi penyegelan dan menduduki kampus pada Senin pagi, mahasiswa UINSA yang berunjuk rasa sempat masuk ke dalam gedung rektorat dan memasang sejumlah spanduk pada Senin siang sekitar pukul 13.25 WIB.

Menariknya, di tengah sorotan tersebut, di tengah sorotan tersebut, “Yang kami mau Prof Muzakki segera turun, sadar. Sadar bahwa banyak keburukan, banyak hal-hal buruk terjadi semenjak awal periode sekalipun. Turun!” serunya.

Berdasarkan penelusuran lebih jauh, mahasiswa UINSA Surabaya sendiri menggelar demo sejak beberapa hari terakhir akan membawa tuntutan 1+7 yang telah mereka susun itu ke DPR RI dengan harapan Rektor Akhmad Muzakki bisa segera turun dari jabatan.

Tak hanya itu, wakil Ketua Presiden Mahasiswa UINSA, Fadlurrrakhman Fazle Purwardana atau Ale mengatakan pihaknya telah bersurat ke Komisi VIII DPR RI untuk memohon audiensi dengan Kemenag terkait pencopotan Muzakki dan perombakan sistem pemilihan rektor.

Berdasarkan penelusuran lebih jauh, di satu sisi, kronologi dan Fakta Terkini di LapanganMenteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar berjanji polemik pemilihan rektor di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya tidak akan terjadi lagi. Nasaruddin menyebut jika terjadi lagi kejadian serupa maka dirinya gagal.

Sementara itu, “Saya berjanji tidak akan terjadi lagi. Kalau itu terjadi berarti saya gagal, dan saya tidak ingin karena saya sampai sistem negara kami ini yang kita cinta bersama ini bermasalah,” kata Nasaruddin dalam rapat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VIII di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Faktanya, dampak Warga dan Langkah Penanganan TerkaitNasaruddin mengaku polemik ini akan diselesaikan dalam waktu tiga hari. Dirinya mengaku kaget atas adanya polemik terkait pemilihan rektor ini.

Menariknya, “Maka itu, saya tidak ingin sampaikan apa yang kami akan lakukan, tetapi saya berjanji jangankan 15 hari, Pak, 3 hari ini kami akan lakukan keputusan,” ucapnya.

Usut punya usut, nasaruddin mengakui bahwa peraturan pemilihan rektor oleh Kemenag belum didalami sepenuhnya. Sebab selama ini aturan yang dipakai sama dan tidak terjadi masalah.

Tak hanya itu, di tengah sorotan tersebut, konteks Isu dan Tindak Lanjut Otoritas”Mohon maaf saya harus jujur mengakui bahwa itu belum pernah saya mendalami secara khusus. Itu kan ditetapkan pada menteri-menteri sebelum saya, ya. Karena selama ini itu juga yang kami pakai tidak ada masalah, berarti saya menganggap bahwa itu tidak ada masalah,” sebutnya.

Berdasarkan penelusuran lebih jauh, untuk itu, Nasaruddin mengaku pertama kali ‘kebobolan’ atas adanya kejadian ini. Dirinya pun meminta maaf.

Tak hanya itu, “Saya tidak ingin kebobolan. Sejarah hidup saya di Kementerian Agama baru kali ini saya kebobolan dan ini saya mohon maaf betul-betul,” ucap dia.

Usut punya usut, di satu sisi, di satu sisi, menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengaku kaget atas gejolak yang terjadi di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menyusul penolakan mahasiswa terhadap kepemimpinan Prof Akhmad Muzakki sebagai rektor hingga berujung penyegelan kampus.

Sementara itu, yaqut menegaskan akan terus berada di Indonesia untuk mematuhi semua proses hukum yang berjalan.

Artikel asli dipublikasikan oleh Detikcom: Baca Sumber Asli

Jelajahi Liputan Mendalam Lainnya

Dapatkan update terhangat seputar destinasi Banyuwangi, ulasan teknologi terkini, dan dinamika gaya hidup masyarakat modern.

Ditulis oleh admin

Tim Redaksi dan Jurnalis Banyuwangi Media menyajikan berita terverifikasi, faktual, berimbang, dan berstandar jurnalistik profesional untuk masyarakat Banyuwangi dan Indonesia.

Kirim Tanggapan / Opini

Nama, email, dan website bersifat opsional (dapat dikosongkan). Cukup tulis komentar Anda dan tekan Kirim Komentar.